Home Otomotif Inilah Penyebab Mobil Mati Mendadak di Jalan

Inilah Penyebab Mobil Mati Mendadak di Jalan

160
0
SHARE
Loading...

Ijinshare – Mati mendadaknya mesin mobil saat tengah digunakan merupakan salah satu momok yang ditakutkan saat berkendara. Sebab berbeda halnya jika hanya susah distarter, pada kasus mati mendadak mobil bisa saja dalam posisi berada di tengah jalan.

Berikut penuturan Dealer Techical Support Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi mengenai beberapa penyebab mobil mati mendadak:

1. Rusaknya Alternator

Altenator adalah salah satu komponen vital pada mobil karena berfungsi sebagai penyuplai listrik ke aki. Rusaknya bagian ini akan membuat aki jadi tidak bisa diisi. “Biasanya kalau tiba-tiba mati karena alternatornya bermasalah, sehingga tidak bisa mengisi aki. Akibatnya mesin jadi mati,” kata Didi seperti dilansir dari Kompas.com.

Menurut Didi, rusaknya alternator biasanya berbanding lurus dengan usia pakai mobil. Karena usia pakai ideal mobil lima tahun, setelah melewati masa tersebut maka ada kecenderungan penurunan kinerja alternator.

Namun ada kalanya alternator juga bisa rusak lebih cepat karena penggunaan barang elektronik dengan beban listrik yang besar, seperti modifikasi lampu, pemasangan audio dan monitor yang tidak memperhitungkan kemampuan aki dan alternator.

2. Sekering Putus

Bila salah satu sekering putus, kemungkinan ada komponen yang tidak berfungsi dengan baik, terutama yang terhubung dengan sekering tersebut.

Seperti alternator, sekering juga bisa rusak jika suplai listrik melebihi kebutuhan. Karena itu sebaiknya ukuran sekring juga disesuaikan dengan besarnya pemakaian aliran listriknya.

3. Overheat atau Mesin Panas

Overheat atau mesin terlalu panas adalah masalah yang cukup sering ditemui pada kasus mobil mati mendadak. Umumnya overheat terjadi karena lalai mengecek kondisi air radiator. Namun bisa juga karena penggunaan bahan bakar yang kadar oktannya tidak sesuai dengan yang disarankan.

Jika mengalami mobil mati mendadak, pengendara disarankan untuk segera meminggirkan mobil ke tempat yang aman. Pasang segitiga pengaman atau benda lain yang bisa menjadi penanda keberadaan kendaraan yang rusak. Penanda sebaiknya diletakan 30 hingga 50 meter dari lokasi rusaknya kendaraan. Selain itu, pengemudi juga diminta tidak lupa menyalakan lampu hazard.

Tolong teman Ijin Share bagikan info ini ke teman, kerabat, dan keluarga kamu.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here